NNB Indonesia – Ketua DPRD Nagekeo dari Fraksi PKB, Shafar Laga Rema, bersama Wakil Ketua DPRD Nagekeo dari Fraksi Gerindra, Yohanes Siga (Yan Siga), menggelar reses di Dusun 1 Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, Selasa (02/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pertemuan tersebut, mayoritas aspirasi warga didominasi kebutuhan bantuan alat tangkap, seperti rumpon, pukat berbagai ukuran, mesin ketintin dan diesel, hingga alat snorkling. Keterbatasan sarana ini dinilai menghambat produktivitas nelayan Marapokot yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil laut.

Salah seorang nelayan, Muhamad Basri, menyampaikan bahwa kurangnya rumpon menjadi persoalan utama yang mereka hadapi. Ia juga mengajukan permintaan bantuan mesin diesel untuk menunjang aktivitas melautnya.

“Kalau bisa saya diberi bantuan mesin 26 PK untuk kebutuhan mencari ikan di laut. Saya benar-benar sedang membutuhkan,” harap Basri.

Selain alat tangkap, warga juga menyuarakan kebutuhan sarana pendukung budidaya kepiting laut. Congling, salah satu warga yang hadir, menekankan bahwa potensi budidaya kepiting di Marapokot sangat besar namun belum didukung fasilitas yang memadai.

“Kami butuh bantuan keramba dan bibit kepiting supaya budidaya bisa berjalan lebih optimal. Selama ini kami hanya mengandalkan peralatan seadanya, sehingga hasilnya tidak maksimal,” ujar Congling.

Dari Laut untuk Dewan: Nelayan Marapokot Sampaikan Jeritan Kebutuhan Alat Tangkap
Nelayan Marapokot

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Ketua DPRD Nagekeo, Shafar Laga Rema, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi nelayan Marapokot, terutama kebutuhan yang berkaitan langsung dengan peningkatan ekonomi warga.

Sebagai salah satu wilayah pesisir dengan potensi perikanan yang besar, Shafar menilai Marapokot harus mendapat perhatian lebih agar kemampuan produksi nelayan terus meningkat dan dapat berkontribusi pada pendapatan daerah.

“Semua aspirasi ini kami catat secara lengkap. Kebutuhan alat tangkap dan sarana budidaya akan kami perjuangkan dalam pembahasan anggaran. Kami ingin pastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Shafar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Yan Siga, turut mengapresiasi keberanian masyarakat menyampaikan kebutuhan secara terbuka dan berharap komunikasi seperti ini terus terjaga.

Yan juga menekankan bahwa pemerintah daerah membutuhkan data dan masukan langsung dari masyarakat agar perencanaan program semakin tepat sasaran dan tidak meleset dari kebutuhan riil lapangan.

“Kami hadir untuk mendengar dan mencari solusi. Apa yang disampaikan hari ini akan menjadi dasar kami memperjuangkan program yang tepat sasaran. Nelayan Marapokot harus mendapat perhatian karena sektor ini adalah tulang punggung ekonomi desa,” tegas Yan Siga.

Di sela-sela kegiatan reses, Shafar juga bekerja sama dengan PT Cahaya Nusa Dawa membagikan es batu gratis kepada para nelayan. Bantuan ini diberikan sebagai dukungan terhadap aktivitas penyimpanan hasil tangkapan.

Direktur PT Cahaya Nusa Dawa, Heni Suryaningrat, mengatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Kami ingin membantu meringankan kebutuhan nelayan, terutama terkait ketersediaan es batu untuk menjaga kualitas ikan. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa berkelanjutan,” pungkas Heni.