NNB Indonesia – Kondisi Jalan Pantura Flores di Dusun Kaburea, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, sangat memprihatinkan. Badan jalan yang merupakan jalur utama penghubung antarwilayah itu kini tertutup lumpur tebal hingga menyerupai sawah yang baru dibajak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lumpur yang menutupi badan jalan diperkirakan mencapai ketebalan sekitar 20 sentimeter. Kondisi ini terjadi setelah hujan deras yang disertai banjir melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Material lumpur dari area persawahan dan perbukitan terbawa arus air hingga mengendap di badan jalan, menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.

Kerusakan parah dan badan jalan yang tertutup lumpur tersebut diperkirakan mencapai sekitar satu setengah kilometer. Sepanjang ruas jalan itu, kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara perlahan dan ekstra hati-hati karena rawan tergelincir dan terjebak lumpur.

Akibat kondisi tersebut, arus transportasi di jalur Pantura Flores mengalami gangguan. Sejumlah kendaraan terlihat kesulitan melintas, bahkan beberapa kendaraan harus didorong oleh warga saat melintasi ruas jalan yang dipenuhi lumpur tebal.

Akses Jalan Pantura Flores di Dusun Kaburea merupakan jalur penting yang menghubungkan akses utama masyarakat Flores bagian utara, terutama warga Mbay yang hendak menuju Maumere maupun sebaliknya. Jalur ini menjadi urat nadi transportasi bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Salah satu pengguna jalan, Petrus Karo, mengatakan kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan dan mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas setiap hari.

“Jalan ini jalur utama kami dari arah Mbay ke Maumere. Sekarang kondisinya seperti sawah, kendaraan sering terjebak lumpur. Kami harap pemerintah segera turun tangan karena jalan ini sangat penting bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan jalan terjadi setelah hujan deras dan banjir melanda wilayah tersebut, sehingga lumpur dari persawahan naik dan menutup badan jalan.

Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi tersebut, minimal dengan membersihkan lumpur yang menutupi badan jalan serta memperbaiki saluran drainase agar air tidak lagi meluap ke badan jalan saat hujan turun. Warga juga berharap adanya perbaikan permanen agar jalan tersebut tidak kembali rusak setiap musim hujan.

Sebagai jalur vital penghubung wilayah utara Flores, masyarakat menilai Jalan Pantura di Dusun Kaburea sudah seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah agar akses transportasi dapat kembali normal dan aman dilalui.