NNB Indonesia – Banjir yang melanda Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, pada Jumat 6 Maret 2026 lalu merendam puluhan rumah warga. Wilayah yang paling terdampak yakni Dusun Nioniba, kemudian disusul Dusun Kota Kadhe.
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak berbagai infrastruktur seperti jalan lingkungan, saluran air, serta menghanyutkan sejumlah peralatan rumah tangga milik warga. Akibatnya, warga mengalami kerugian material dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Meski banjir telah surut, namun hingga dua pekan pascakejadian yang merendam Kampung Nioniba, kondisi jalan-jalan lingkungan masih dipenuhi lumpur dan mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut menghambat aktivitas warga.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada penanganan serius dari Pemerintah Desa Kebirangga maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Ende sejak peristiwa banjir tersebut terjadi.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, warga terpaksa bergotong royong membersihkan lumpur dan memperbaiki kerusakan secara swadaya karena belum ada bantuan maupun perbaikan dari pemerintah.
“Banjir memang sudah surut, tapi lumpur masih menutup jalan dan kerusakan cukup parah. Sudah dua minggu kami bersihkan sendiri seadanya. Kami berharap pemerintah bisa segera turun melihat kondisi kami dan membantu perbaikan,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah desa dan pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, baik melalui bantuan tanggap darurat maupun perbaikan infrastruktur yang rusak, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Selain itu, warga juga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah daerah untuk mengatasi banjir yang disebut sering terjadi di wilayah tersebut setiap musim hujan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Kebirangga maupun Pemerintah Kabupaten Ende terkait penanganan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Maukaro.


