NNB Indonesia – Semangat pengabdian dan perjuangan sebagai Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) tetap membara di dada Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM., seorang advokat profesional yang dikenal tegas, humanis, dan berintegritas tinggi.
Sebagai alumni Prajurit Karier Tahun 2006 / Abituren Leting PK.13, Rikha Permatasari merupakan sosok Srikandi pemberani yang ditempa sejak kecil dalam lingkungan militer. Ia terlahir dan tumbuh besar di Asrama Batalyon Infanteri 507 “SIKATAN” Surabaya, satuan yang kini dikenal sebagai Yonif 500 Raider Kodam V/Brawijaya, dengan semboyan “Gagah Perkasa Namun Tetap Rendah Hati.”
Nilai-nilai disiplin, keberanian, dan cinta Tanah Air telah mengalir kuat dalam darahnya. Rikha merupakan buah hati dari seorang Ibu Persit yang berhati mulia, tangguh, dan penuh keteladanan, serta seorang Ayah Prajurit sejati yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Sang ayah bahkan menerima Piagam Penghargaan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia atas pengabdiannya saat melaksanakan Satuan Tugas Operasi Timor Timur di masa kedinasan.
Semangat juang itu semakin mengakar kuat dari sosok kakeknya, seorang Prajurit TNI Angkatan Laut bermental baja, yang telah mengarungi samudera dan berlayar ke berbagai penjuru dunia demi menjaga kedaulatan dan pertahanan NKRI. Pengabdian seumur hidup sang kakek mendapat Piagam Penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia, sebuah prestasi nyata yang menegaskan bahwa kecintaan keluarga besar Rikha Permatasari kepada NKRI bukan sekadar slogan, melainkan pengabdian yang dibuktikan dengan darah, keringat, dan dedikasi.
Kini, meski telah menanggalkan seragam dinas aktif dan mengabdikan diri sebagai advokat profesional, jiwa prajurit dalam diri Rikha Permatasari tidak pernah padam. Prinsip hidupnya tetap berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta menjunjung tinggi nilai luhur Sad Satya Sri Sena setia, jujur, dan bertanggung jawab kepada bangsa dan negara.
Dengan prinsip tegas, berketuhanan, berhati Merah Putih, Rikha Permatasari menjadikan profesi advokat sebagai medan pengabdian baru. Baginya, membela keadilan adalah bentuk lain dari bela negara. Hingga titik darah penghabisan, semangat pengabdian kepada Indonesia tidak akan pernah padam dalam dirinya.
Bukan sekadar mawar penghias taman, tetapi melati pagar bangsa itulah Advokat Rikha Permatasari.


