NNB Indonesia – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Nusa Tenggara Timur memastikan jenazah yang ditemukan di perairan Pulau Komodo merupakan salah satu korban warga negara asing asal Spanyol dalam insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Padar.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra, setelah tim DVI Polres Manggarai Barat bersama tenaga medis RSUD Komodo menyelesaikan pemeriksaan forensik serta pencocokan data ante mortem dan post mortem.
“Berdasarkan hasil identifikasi DVI, korban dipastikan berjenis kelamin laki-laki, berusia 10 tahun, dan merupakan warga negara Spanyol yang menjadi korban kecelakaan laut KM Putri Sakinah,” ujar Henry, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa Kapolda NTT memberikan perhatian penuh terhadap proses identifikasi korban dengan menekankan agar Tim DVI bekerja secara profesional, teliti, dan mengedepankan standar kemanusiaan internasional, mengingat korban merupakan anak dan warga negara asing.
“Kapolda menegaskan agar seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara akurat, transparan, dan bertanggung jawab demi memberikan kepastian kepada keluarga korban,” jelasnya.
Jenazah ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita di perairan Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada hari ke-12 operasi pencarian korban KM Putri Sakinah yang tenggelam pada 26 Desember 2025 di perairan Padar Selatan.
Penemuan bermula saat nelayan Pulau Komodo menemukan bagian kamar kapal yang diduga berasal dari KM Putri Sakinah. Setelah ditarik ke pesisir dan tercium bau menyengat, nelayan menemukan satu jenazah di dalamnya.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Komodo di Labuan Bajo untuk keperluan identifikasi.
Dalam proses DVI, tim menemukan sejumlah bukti primer berupa ciri medis dan odontologi, termasuk keberadaan gigi palsu pada bagian geraham. Temuan tersebut menjadi dasar kuat dalam penetapan identitas korban meskipun kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut.
Henry menambahkan, Polda NTT menghormati permintaan keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik melalui dokumentasi visual maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan perlindungan terhadap korban anak.
“Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban lainnya. Situasi di lapangan terpantau aman dan terkendali,” tutupnya.


