nnbindonesia.com – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo. Ketua DPRD Nagekeo, Shafar Laga Rema, bersama Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Yohanes Siga, menyalurkan puluhan paket beras kepada masyarakat korban banjir di Dusun Kaburea, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut dan menyebabkan kerusakan cukup parah, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai petani garam.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada warga dengan melibatkan Kepala Dusun Kaburea, Saharudin, guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Ketua DPRD Nagekeo, Shafar Laga Rema, dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk empati dan dukungan moril bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi cobaan ini. Bencana ini tentu membawa dampak besar bagi kehidupan warga, sehingga sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir dan membantu semampu yang kami bisa,” ujar Shafar.

Ia berharap bantuan berupa paket beras tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam jangka pendek, khususnya bagi keluarga yang terdampak langsung oleh banjir.

“Memang bantuan ini tidak sebanding dengan kerugian yang dialami masyarakat, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Pimpinan DPRD Nagekeo Bantu Warga Kaburea: Banjir Rusak Tambak Garam, Total Kerugian Rp3,3 Miliar

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Yohanes Siga, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi para petani garam yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Dusun Kaburea. Menurutnya, banjir yang terjadi tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghancurkan sumber penghidupan warga.

“Sebagian besar masyarakat di Dusun Kaburea adalah petani garam. Banjir yang terjadi telah merusak puluhan hektare tambak garam, bahkan hasil panen yang sudah siap dijual pun ikut terdampak. Ini menjadi pukulan berat bagi ekonomi masyarakat,” jelas Yan Siga.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara, kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana tersebut sangat besar.

“Kerugian sedikitnya lebih dari Rp3,3 miliar. Ini bukan angka yang kecil, apalagi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yan Siga menyampaikan bahwa data kerugian tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.

“Data kerugian sudah kami sampaikan kepada Bupati melalui Bapak Camat Wolowae, sehingga diharapkan ada langkah-langkah lanjutan yang bisa diambil oleh pemerintah daerah,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah telah merespons cepat dengan menurunkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan penanganan awal serta pendataan.

“Dipimpin oleh Bapak Asisten II Elias Tae, bersama Kepala Dinas Pangan, Kepala BPBD, serta Dinas Sosial, pemerintah sudah turun langsung ke lokasi. Ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menangani dampak bencana ini,” tambah Yan Siga.

Di sisi lain, Kepala Dusun Kaburea, Saharudin, mewakili masyarakat setempat menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pimpinan DPRD Nagekeo.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian dari Ketua dan Wakil Ketua DPRD Nagekeo. Kondisi yang kami alami saat ini memang cukup berat, terutama bagi petani garam yang kehilangan tambak dan hasil panennya,” ujar Saharudin.

Ia menuturkan bahwa banjir yang terjadi beberapa waktu lalu membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari.

“Banyak warga yang kehilangan sumber penghasilan karena tambak garam rusak dan hasil panen hilang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk memenuhi kebutuhan dasar sambil menunggu kondisi kembali normal,” lanjutnya.

Saharudin juga berharap adanya perhatian lanjutan dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun program pemulihan ekonomi bagi para petani garam.

“Kami berharap ke depan ada bantuan lanjutan, terutama untuk pemulihan tambak garam agar masyarakat bisa kembali berproduksi dan bangkit dari kondisi ini,” harapnya.

Diketahui, banjir yang melanda Dusun Kaburea menyebabkan kerusakan pada puluhan hektare tambak garam serta menghanyutkan hasil panen warga yang sudah siap dipasarkan. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan secara langsung oleh para petani, tetapi juga berimbas pada perekonomian masyarakat secara keseluruhan.