NNB Indonesia – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong kebangkitan ekonomi daerah melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pameran UMKM dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTT yang digelar di Kabupaten Nagekeo.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pameran serentak yang dilaksanakan di 12 titik di seluruh wilayah NTT. Kabupaten Nagekeo ditunjuk sebagai salah satu lokasi pelaksanaan dengan fokus pada promosi produk unggulan UMKM lokal.

Yoksin Yegho selaku Kepala UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Nagekeo menjelaskan bahwa pameran ini mengusung konsep khusus yang menekankan keaslian dan kekuatan produk UMKM dari masing-masing daerah. Konsep ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha untuk lebih percaya diri menampilkan hasil karyanya sendiri.

Menurut Yoksin, konsep tersebut juga menjadi bentuk seleksi alami agar produk yang dipamerkan benar-benar memiliki identitas, kualitas, dan nilai jual yang jelas, sekaligus mencerminkan potensi ekonomi lokal setiap kabupaten.

“Event ini bertema one click one podak. Jadi diupayakan yang mengikuti kegiatan pameran dari kabupaten yang mempunyai usaha-usaha yang betul-betul mempunyai one klik one prodak. Untuk kali ini Gubernur Nusa Tenggara Timur menunjuk 12 titik pelaksanaan pameran dan Nagekeo salah satunya dalam HUT NTT ini,” ujar Yoksin di lapangan Berdikari Danga, Senin (15/12/2025).

Terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan, Yoksin menyampaikan bahwa panitia terus melakukan berbagai persiapan teknis di lapangan. Persiapan ini mencakup penataan lokasi pameran, kesiapan fasilitas pendukung, serta koordinasi lintas sektor.

Ia menambahkan, seluruh persiapan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian sebelum hari pembukaan, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi peserta maupun pengunjung.

“Untuk persiapan sendiri, saat ini sudah sekitar 30 persen persiapan mungkin hari ini bisa selesai tinggal pemasangan tenda-tenda dan instalasi listrik,” katanya.

Lebih lanjut, Yoksin mengungkapkan bahwa kegiatan pameran akan melibatkan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemerintah Provinsi NTT. Kehadiran para pejabat tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan langsung terhadap pengembangan UMKM di daerah.

Selain itu, pameran ini juga dirancang sebagai ruang interaksi antara pelaku UMKM dengan pemangku kepentingan, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas daerah.

“Dari Pemprov NTT nanti yang hadir itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT dan Sekretariat Dewan Provinsi NTT. Jadi kegiatan ini kita fokus di UMKM jadi yang kita targetkan ada 35 UMKM. Dan yang sudah terdaftar saat ini sudah ada 25 dan yang 10 itu slotnya kabupaten tetangga Ende dan Ngada masing-masing 5,” sebut Yoksin.

Yoksin juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan anggaran dari provinsi menjadi hal yang berbeda dan sangat berarti bagi daerah.

Ia menilai, dukungan tersebut dapat menjadi pemantik bagi geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Nagekeo, khususnya bagi para pelaku UMKM yang selama ini membutuhkan ruang promosi yang lebih luas.

“Saya sangat berterimakasih kepada Gubernur NTT. Ini kali kita agak berbeda sedikit dimana kegiatan pameran ini yang menyediakan anggaran dari provinsi sendiri, setidaknya ini membangkitkan ekonomi kreatif kita supaya menggeliat,” ringkasnya.

Hal senada disampaikan Plt Asisten III Pemkab Nagekeo, Silvester Teda Sada, yang ditunjuk langsung oleh Bupati Nagekeo sebagai Ketua Umum Panitia Lokal kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari Pemerintah Provinsi NTT.

Menurut Silvester, Pemkab Nagekeo menyambut baik dan antusias pelaksanaan event ini karena sejalan dengan semangat kebangkitan UMKM dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Semua sumber pembiayan dari provinsi. Pemda Nagekeo sangat antusias menyambut ivent ini, karena apa, karena judul ivent ini adalah kebangkitan UMKM dalam hal ini untuk peningkatan ekonomi UMKM. Akvitas ekonomi pameran ini dalam rangka ulang tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur poin yang kita mau kedepankan adalah kehadiran para pelaku UMKM yang sampai dengan saat ini data kita yang sudah ada di pemda ada kurang lebih 25 UMKM yang akan ambil bagian dalam ivent ini kemudian kita masih menunggu kuota yang akan diisi juga UMKM dari kabupaten tetangga Ngada dan Ende,” jelas Silvester.

Ia menambahkan, UMKM yang terlibat dalam pameran ini merupakan pelaku usaha yang benar-benar memproduksi sendiri barang yang dipasarkan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan keaslian produk yang ditampilkan kepada publik.

Beragam produk UMKM akan ditampilkan, mulai dari kerajinan anyaman, tenun, hingga kuliner dan pertunjukan seni yang merupakan hasil karya langsung para pelaku UMKM.

“UMKM yang terlibat ini, selain menjual mereka juga menjual produk-produknya yang dimana kita mengutamakan produk-produk UMKM hasil dari tangan dari para pelaku UMKM itu sendiri bukan mendagangkan hasil karya pelaku UMKM lain sehingga disini ada hasil UMKM anyam, menenun, kuliner pertunjukan dari hasil karya-karya mereka sendiri yang mereka pamerkan disini. Saya kira itu gambaran dan kita sangat berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah memilih Nagekeo menjadi 1 dari 12 tuan rumah penyelenggaraan event ini,” ujarnya.

Silvester berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak langsung bagi peningkatan pendapatan para pelaku UMKM. Selain sebagai ajang promosi, pameran ini juga diharapkan menjadi etalase produk lokal Nagekeo.

Ia menilai, kehadiran panggung hiburan dan berbagai atraksi akan semakin menarik minat masyarakat untuk datang dan berbelanja produk UMKM.

“Harapan saya even ini terutama sesuai dengan temanya membangkitkan gairah usaha para UMKM mereka punya usaha mendapat apresiasi dengan demikian mereka menambah pendapatan dari hasil produk mereka sendiri dan panggung event ini menjadi etalase untuk mereka memperkenalkan produk-produk mereka disamping diisi dengan berbagai hiburan-hiburan,” kata Silvester.

Terkait jadwal kegiatan, Silvester menjelaskan bahwa pelaksanaan pameran akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai rangkaian acara. Kegiatan akan diawali dengan parade budaya khas NTT.

Ia menyebutkan bahwa rangkaian acara dirancang agar pembukaan dapat selesai sebelum waktu magrib, sementara malam harinya akan diisi dengan hiburan dari talenta lokal.

“Untuk tanggal pelaksanaan kegiatan ini, sesuai dengan rencana provinsi itu akan dilaksanakan hari Selasa 16 Desember besok kita akan mulai kurang lebih jam 4 sore diawali dengan parade NTT warna-warni itu berbusana NTT yang akan dibawakan oleh ibu-ibu anggota Dekranasda Nagekeo kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan dan kita upayakan sebelum magrib acara pembukaan sudah selesai dan malam akan dilanjutkan dengan acara hiburan talent lokal pertama kaka Andi mengisi acara panggung hiburan di malam pertama. Selanjutnya di tanggal 17, 18 diisi dengan lomba-lomba Dero Kreasi juga ada modern dance, show busana dan beberapa atraksi lain dan penutupan kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember hari Sabtu nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutan membuka pameran HUT ke-67 Provinsi NTT yang digelar di NTT Fair Bimoku menegaskan bahwa, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang akan menjadi daya ungkit utama perekonomian NTT ke depan.

“Pemerintah Provinsi NTT memandang penting bahwa daya ungkit ekonomi NTT ke depan adalah UMKM. Pameran ini merupakan bagian dari upaya menjalankan visi-misi Melki–Johni dengan spirit Ayo Bangun NTT, untuk memastikan UMKM menjadi pengungkit ekonomi di NTT,” ujar Melki Laka Lena.

Momentum HUT ke-67 Provinsi NTT ini, lanjutnya, dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa NTT mampu tampil sebagai daerah yang maju, kreatif, dan kompetitif dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki.

Gubernur Melki menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu kekuatan terbesar NTT. Pelaku UMKM tidak hanya berperan sebagai penyerap tenaga kerja, tetapi juga sebagai penjaga identitas budaya daerah melalui produk-produk khas berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, pameran UMKM ini tidak sekadar menjadi ajang jual beli, melainkan juga menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring usaha, meningkatkan promosi produk, membuka peluang investasi, serta mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas.

Untuk memperkuat sektor UMKM, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong berbagai program, antara lain: peningkatan kapasitas pelaku usaha, kemudahan akses permodalan, digitalisasi UMKM, serta penguatan kolaborasi dengan lembaga keuangan, sektor swasta, dan komunitas.

“Kami percaya, jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, ekonomi NTT akan tumbuh lebih kuat dan inklusif,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengungkapkan rencana penguatan kerja sama ekonomi kawasan. Saat ini, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi Bali dan NTB tengah mengembangkan kerja sama kawasan Sunda Kecil untuk membangun keterhubungan ekonomi antar provinsi.

Selain itu, kerja sama juga direncanakan dengan Provinsi Maluku, Maluku Utara, serta enam provinsi di Papua sebagai bagian dari penguatan kawasan selatan dan timur Indonesia.

“Produk-produk UMKM akan menjadi salah satu pengungkit utama dalam kerja sama kawasan ini. Kapal-kapal putih yang dulu menghubungkan NTT, Maluku, dan Papua akan kita aktifkan kembali sebagai penghubung antarwilayah,” jelas Gubernur Melki.

Untuk diketahui, Pameran HUT ke-67 Provinsi NTT ini dilaksanakan di 12 titik di seluruh wilayah NTT. Untuk tahap awal, pameran digelar di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Sementara itu, 11 titik lainnya akan dilaksanakan pada 16–20 Desember 2025, meliputi: Timor Tengah Selatan, Malaka, Manggarai Timur, Nagekeo, Flores Timur, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, dan Lembata.