Wakil Bupati Gonzalo Muga: “Tidak Boleh Ada Satu Wilayah Pun yang Luput dari Program MBG”
NNB Indonesia — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Nagekeo oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ameaba Mbay 1, Senin (10/11/2025).
Acara ini menandai dimulainya penyaluran makanan bergizi kepada pelajar di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan launching penyaluran tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan serta pihak pelaksana program diantaranya Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Muga Sada, Ketua DPRD Nagekeo Shafar Laga Rema, Wakil Ketua DPRD Yohanes Siga, Asisten I Setda Nagekeo Elias Tae, Kepala Kantor Bank NTT Cabang Mbay Petrus Soba Lewar, serta Elisabeth Lely selaku pelaksana SPPG Ameaba Mbay 1 beserta jajaran ahli gizi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Muga Sada menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program MBG yang diinisiasi oleh pemerintah pusat dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini dapur yang kedua milik Ketua DPRD Nagekeo pak Shafar, setelah sebelumnya dapur pertama sudah dibuka di Wolowae milik Wakil Ketua DPRD, pak Yan. Kita rencanakan di Kabupaten Nagekeo akan ada 28 dapur,” ujar Gonzalo Muga dalam sambutan penyaluran MBG kepada siswa MAN Nagkeo.

Menurutnya, program MBG merupakan program prioritas nasional yang wajib disukseskan oleh seluruh pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Nagekeo berkomitmen untuk mendukung penuh implementasinya, agar manfaat dari program ini benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat di semua wilayah Nagekeo.
“Program ini adalah program pusat yang wajib disukseskan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, semua pihak diperbolehkan dan diharapkan ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gonzalo menyoroti adanya sejumlah wilayah di Kabupaten Nagekeo yang masih tergolong daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ia menyebut, beberapa desa seperti Nagerawe, Alorawe, Tedamude, dan Tendakisa masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk dalam akses terhadap program pemerintah.
“Kita menghadapi satu tantangan, yaitu ada desa yang masuk kategori 3T seperti Nagerawe, Alorawe, Tedamude, dan Tendakisa. Karena minimnya pihak yang mengambil peran di sana, pemerintah pusat mengambil inisiatif untuk melibatkan pihak ketiga yang memiliki kapasitas dan sumber daya yang lebih baik,” ungkap Gonzalo.
Ia menambahkan, pemerintah pusat telah menunjuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan program MBG di desa-desa tersebut.
“Perusahaan sebesar Krakatau Steel akan membangun dapur di wilayah Nagerawe, Alorawe, Tedamude, dan Tendakisa. Tujuannya untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah di republik ini yang luput dari program makanan bergizi gratis. Skema ini dipilih agar pemerataan program benar-benar terwujud,” ujarnya.
Wakil Bupati Gonzalo juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Ketua DPRD Nagekeo, Shafar Laga Rema, atas peran aktifnya dalam membuka dapur MBG pertama di wilayah Mbay 1.
“Sekali lagi, kami atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Pak Shafar sebagai Ketua DPRD Nagekeo yang telah ambil bagian membuka dapur MBG di wilayah Mbay 1,” tutur Gonzalo.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik di MAN Nagekeo yang turut membantu proses distribusi makanan bergizi kepada para siswa.
“Teman-teman guru diharapkan bisa berpartisipasi membantu ketika makanan sudah tiba di sekolah. Saya senang mendengar bahwa di MAN Nagekeo sudah menunjuk salah satu staf guru menjadi penanggung jawab, seperti Satgas. Ini hal yang luar biasa,” tambahnya.
“Ini bukan sekadar memberi makan, tapi memberi harapan untuk masa depan anak-anak kita. Karena gizi yang baik adalah pondasi bagi generasi yang sehat dan cerdas,” pungkas Gonzalo Muga menutup sambutannya.


