NNB Indonesia – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pertanian bersama anggota DPRD Kabupaten Nagekeo menyalurkan bantuan mesin pompa air kepada sejumlah kelompok tani di Kecamatan Wolowae. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun saat pelaksanaan reses DPRD Kabupaten Nagekeo pada Maret 2025 lalu.
Mesin pompa air itu diserahkan kepada lima kelompok tani, yakni Kelompok Tani Wa Ina, Kema Sama, Sedang Mekar, Murah Hati, dan Kasih Sejati. Bantuan ini bertujuan membantu petani mengatasi keterbatasan air, khususnya pada musim kemarau, agar pengolahan lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Shafar Laga Rema, melalui Jhon Boleng, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen DPRD dalam memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat, terutama para petani. Aspirasi itu diperoleh secara langsung saat anggota DPRD melakukan kunjungan reses ke wilayah Kecamatan Wolowae.
“Pada saat reses, para petani menyampaikan kesulitan yang mereka hadapi terkait ketersediaan air untuk lahan pertanian. Aspirasi inilah yang kemudian kami dorong agar dapat direalisasikan melalui program bantuan mesin pompa air,” ujar Jhon Boleng.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola secara bersama oleh kelompok tani penerima, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Yohanes Siga, menegaskan bahwa bantuan mesin pompa air ini tidak hanya bertujuan mempermudah akses air bagi petani, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan sekaligus kemandirian pangan daerah.
“Bantuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Jika petani memiliki akses air yang memadai, maka produksi pertanian lokal akan meningkat dan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah bisa dikurangi,” kata Yan Siga.
Ia menambahkan, peningkatan produksi pertanian lokal juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Program MBG membutuhkan ketersediaan bahan pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Ketika petani kita produktif dan mandiri, kebutuhan pangan untuk program tersebut dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Menurut Yan Siga, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan kelompok tani harus terus diperkuat agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga mengajak kelompok tani penerima bantuan untuk menjaga dan merawat mesin pompa air agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Dengan adanya bantuan mesin pompa air ini, Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan DPRD berharap sektor pertanian di Kecamatan Wolowae semakin berkembang, produksi pangan meningkat, serta ketahanan dan kemandirian pangan daerah semakin kuat demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” pungkas Yan Siga.


