NNB indonesia  – Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOP LBF) mulai memberi perhatian serius terhadap pengembangan Festival One Be Nagekeo. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor BPOP LBF, Rabu (24/12) siang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada memaparkan bahwa Festival One Be telah digelar secara konsisten selama tiga tahun berturut-turut. Pemaparan tersebut disampaikan di hadapan pimpinan BPOP LBF yang diwakili Kepala Divisi Pemasaran Mancanegara, Shesar Adriawan.

Silvester juga menyerahkan dokumen Laporan Pelaksanaan Festival One Be Nagekeo tiga tahun terakhir. Ia menegaskan, festival ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberi efek ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.

“Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, event ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” ujar Silvester.

Menurutnya, Festival One Be telah menjadi event yang sangat dinantikan masyarakat Nagekeo. Tidak sekadar hiburan, festival ini juga menjadi ruang harapan bagi pedagang kecil, pelaku kuliner, dan komunitas seni pertunjukan untuk bertumbuh.

Silvester pun berharap BPOP LBF, sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dapat memberi perhatian lebih luas terhadap pengembangan pariwisata Flores secara menyeluruh, termasuk Kabupaten Nagekeo.

Menanggapi hal tersebut, Shesar Adriawan menyambut positif penyelenggaraan Festival One Be. Ia menekankan pentingnya orientasi event yang berpihak pada wisatawan.

“Event ini bukan hanya untuk masyarakat Nagekeo, tetapi juga harus menarik wisatawan. Semua event harus mampu mendatangkan wisatawan. Karena itu, konsistensi waktu penyelenggaraan sangat penting agar wisatawan dapat menyusun jadwal perjalanan dengan baik,” kata Shesar.

Ia juga menyarankan agar Festival One Be memiliki waktu pelaksanaan yang tetap setiap tahun, salah satunya pada bulan Oktober, yang dinilai selaras dengan sebutan One Be di Nagekeo.

Lebih lanjut, BPOP LBF menyatakan kesiapan untuk mendampingi pengembangan Festival One Be, mulai dari pengemasan event, pemasaran, promosi, hingga membuka peluang kerja sama dengan mitra sponsor.

“Kami siap membantu dalam pengembangan event, pemasaran, promosi, termasuk mencari peluang mitra sponsor,” pungkas Shesar.