NNB Indonesia – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) mulai melirik pengembangan Festival One Be Nagekeo sebagai event daerah yang berpotensi naik ke level nasional. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Atraksi Budaya Etu (Tinju Adat) Nagekeo, yang dinilai memiliki kekuatan budaya dan daya tarik khas untuk dijadikan main event festival.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal tersebut terungkap saat Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, S.Fil, melakukan kunjungan kerja ke Gedung Sapta Pesona (GSP) Kemenpar RI di Jakarta, Senin (22/12). Dalam pertemuan itu, Silvester diterima oleh Arum dan Kurnia Agung Perdana, SST.Par, pejabat teknis pada Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Event Daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Silvester memaparkan perjalanan Festival One Be Nagekeo selama tiga tahun terakhir, sejak 2023 hingga 2025, sebagaimana tertuang dalam Dokumen Laporan Festival One Be Nagekeo. Paparan itu mencakup konsep festival, atraksi unggulan, serta komitmen daerah menjadikan festival sebagai instrumen promosi pariwisata sekaligus pelestarian budaya lokal.

“Pihak Kemenpar memberikan perhatian serius terhadap Atraksi Budaya Etu. Mereka menilai Etu memiliki keunikan, nilai tradisi, dan kekuatan narasi budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai ikon utama Festival One Be Nagekeo,” ujar Silvester.

Kemenpar RI Lirik Festival One Be Nagekeo, Etu Dinilai Layak Jadi Main Event

Ia menjelaskan, Kemenpar RI juga membuka peluang pendampingan teknis bagi Festival One Be Nagekeo ke depan. Bahkan, pejabat teknis Kemenpar menyatakan kesiapan untuk hadir langsung dan memberikan masukan strategis menuju Kharisma Event Nusantara (KEN) maupun Non-KEN pada pelaksanaan Festival One Be Nagekeo tahun 2026.

“Ini menjadi sinyal positif bagi kami. Kemenpar tidak hanya memberi perhatian, tetapi juga membuka ruang pendampingan agar Festival One Be Nagekeo dapat disiapkan secara lebih terukur dan memenuhi standar kurasi event nasional,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan adat dan budaya Nagekeo, Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo mengalungkan selendang tenunan khas Nagekeo kepada perwakilan Kemenpar RI serta menyerahkan Dokumen Laporan Festival One Be Nagekeo sebagai bahan kajian lanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Silvester juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pariwisata RI beserta seluruh jajaran Kemenpar atas penerimaan dan perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Nagekeo.

“Kami berharap pada Festival One Be Nagekeo 2026 mendatang, Ibu Menteri atau pejabat terkait dapat berkenan hadir langsung sekaligus memberikan arahan awal menuju proses kurasi Kharisma Event Nusantara, yang menjadi dambaan kami dan para pegiat pariwisata Nagekeo,” pungkas Silvester.