NNB Indonesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan kejadian bencana dan penanganannya sepanjang periode Senin (1/12) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (2/12) pukul 07.00 WIB. Sejumlah bencana hidrometeorologi tercatat melanda beberapa daerah, mulai dari banjir, angin kencang, hingga cuaca ekstrem.
Bencana pertama terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berupa banjir yang dipicu hujan deras berkepanjangan hingga menyebabkan luapan Sungai Cibunar pada Minggu (30/11) pukul 16.30 WIB. Dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Parungpanjang, khususnya Desa Cibunar. Sebanyak 74 kepala keluarga atau 222 jiwa terdampak, dengan 74 rumah tergenang air hingga setinggi 50 cm. Selain banjir, angin kencang juga melanda Kecamatan Tamansari dan merusak 52 rumah warga di Desa Sukajaya, dengan total 60 kepala keluarga atau 237 jiwa terdampak.
BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan pendataan, evakuasi, dan koordinasi dengan aparat desa. Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat-alat kebersihan untuk membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur serta sisa material banjir. Kondisi terkini menunjukkan situasi mulai berangsur pulih; pohon tumbang telah dievakuasi, air banjir surut, dan warga mulai melakukan pembersihan rumah.
Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status Siaga Darurat Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem, Abrasi, dan Tanah Longsor periode 15 September 2025 hingga 30 April 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, setelah hujan deras mengguyur Desa Lobohede dan Desa Ramedue pada Minggu (30/11) sekitar pukul 07.30 WITA. Sebanyak 20 kepala keluarga terdampak, dengan 20 rumah tergenang air. Aktivitas warga sempat terganggu akibat luapan air, namun BPBD Sabu Raijua bersama pemerintah desa sudah melakukan asesmen dan penanganan. Situasi berangsur kondusif, dan warga mulai memperbaiki rumah secara swadaya dengan pendampingan BPBD.
Di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras terjadi pada Minggu (30/11) pukul 22.00 WITA. Kejadian ini melanda Dusun Munte-munte, Desa Watangpanua, serta Dusun Bubu, Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona. Sebanyak 25 kepala keluarga terdampak, dengan 15 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak sedang. BPBD bersama Dinas Sosial, TAGANA, Babinsa, dan aparat desa telah bergerak melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan.
Upaya pemulihan di Luwu Timur masih berlangsung untuk memastikan warga dapat kembali beraktivitas secara normal. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir maupun angin kencang. Warga diminta menjaga kebersihan saluran air, mengamankan barang berharga, menjauhi lokasi rawan bencana, serta memastikan hanya menyebarkan informasi dari sumber resmi.


