NNB Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang merilis prospek cuaca untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 4 hingga 10 November 2025. Berdasarkan hasil pemantauan dinamika atmosfer, wilayah NTT saat ini berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan (pancaroba) yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa suhu muka laut di wilayah NTT berkisar antara 28°C hingga 30°C dengan anomali positif sekitar +0,5°C hingga +1,5°C. Sementara tekanan udara di wilayah Indonesia berada pada kisaran 1006–1012 hPa, dengan kelembapan udara antara 45–95%.
“Kondisi ini menyebabkan potensi meningkatnya pembentukan awan hujan di beberapa wilayah NTT. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi dan dapat disertai petir serta angin kencang berdurasi singkat,” jelasnya.
BMKG juga mencatat melemahnya Monsun Australia serta perbedaan gradien tekanan antara Australia dan Asia yang kecil, mengakibatkan perlambatan kecepatan angin dan mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT. Umumnya, angin bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan antara 5–30 km/jam.
Prospek Cuaca Wilayah NTT (04–10 November 2025)
Pulau Timor, Pulau Alor, dan Pulau Pantar: Umumnya cerah berawan hingga berawan tebal. Berpotensi hujan ringan hingga sedang.
Pulau Rote dan Pulau Sabu: Cerah berawan hingga berawan, berpotensi hujan ringan.
Pulau Sumba dan Pulau Flores: Cerah berawan hingga berawan tebal, berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Pulau Adonara, Pulau Solor, dan Pulau Lembata: Cerah berawan hingga berawan tebal. Berpotensi hujan ringan.
Peringatan Dini BMKG
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, dengan rincian sebagai berikut:
Waspadai angin kencang bersifat kering yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT.
Hati-hati terhadap hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan banjir, tanah longsor, dan rusaknya fasilitas umum.
Masyarakat di daerah curam atau tebingan diimbau waspada terhadap potensi longsor dan banjir bandang saat terjadi hujan berdurasi panjang.
Hindari tempat tinggi atau terbuka saat hujan petir, jangan berteduh di bawah pohon, menjauhi tiang listrik, kolam renang, dan danau, serta matikan alat elektronik untuk mengurangi risiko sambaran petir.
Klasifikasi Intensitas Hujan (BMKG):
Hujan ringan: 1,0 – 5,0 mm/jam atau 0,5 – 20 mm/hari
Hujan sedang: 5,0 – 10,0 mm/jam atau 20 – 50 mm/hari
Hujan lebat: 10 – 20 mm/jam atau 50 – 100 mm/hari
Hujan sangat lebat: >20 mm/jam atau 100 – 150 mm/hari
Hujan ekstrem: >50 mm/jam atau >150 mm/hari
Imbauan BMKG
Untuk keperluan perencanaan kegiatan operasional, BMKG mengimbau agar masyarakat, instansi pemerintah, dan pihak terkait selalu memantau pembaruan prakiraan cuaca mingguan melalui Stasiun Meteorologi El Tari Kupang.
“Informasi prakiraan ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer,” tutup Listy Aziza Kurnianingrum, S.Tr.Met., Forecaster on Duty BMKG El Tari Kupang.


