NNB Indonesia — Yayasan Alphard Graha Titian Harapan menggelar pertemuan evaluasi akhir tahun yang dirangkaikan dengan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) serta hampers kepada para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tendakinde. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari refleksi dan penutupan kegiatan yayasan sepanjang tahun 2025.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir. Evaluasi dilakukan guna memastikan seluruh proses pelayanan, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian makanan bergizi, berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Pembina Yayasan Alphard Graha Titian Harapan, Yohanes Siga, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi yayasan terhadap dedikasi dan kerja keras para relawan yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Tendakinde.
“Pertemuan ini sekaligus menjadi momen evaluasi akhir tahun dan bentuk penghargaan kami kepada seluruh relawan SPPG MBG Tendakinde yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab,” ujar Yan Siga.
Yan Siga yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo menjelaskan, sejak mulai beroperasi pada 25 Agustus hingga 31 Desember 2025, SPPG MBG Tendakinde telah menyerap anggaran yang bersumber dari program nasional dengan nilai yang cukup signifikan.
“Total anggaran yang telah diserap oleh SPPG Tendakinde terhitung sejak 25 Agustus sampai 31 Desember 2025 mencapai Rp2.058.726.550,” jelasnya.
Sedangkan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang dilayani oleh SPPG Tendakinde, kata Yan Siga, saat ini mencapai 2.179 orang yang terdiri dari berbagai kelompok sasaran penerima program.
“Hingga hari ini, penerima manfaat MBG dari SPPG Tendakinde berjumlah 2.179 orang, dengan 46 relawan yang setiap hari bekerja melayani masyarakat,” kata Yan Siga.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MBG tidak terlepas dari peran strategis para relawan yang bekerja langsung di lapangan dalam menyukseskan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto di bidang pemenuhan gizi. Ia menegaskan bahwa, para relawan merupakan garda terdepan yang memastikan program tersebut berjalan optimal.
“Ke-46 relawan ini adalah kaki dan tangan Presiden Prabowo dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan baik di daerah. Mereka menjadi kunci sukses pelaksanaan MBG di Tendakinde,” tegas Yan Siga.
Selain berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, Yan Siga juga berharap program MBG mampu memberikan efek ekonomi bagi keluarga relawan dan masyarakat sekitar, khususnya melalui keterlibatan dalam penyediaan bahan pangan lokal.
Ia menilai, pemberdayaan masyarakat sekitar akan memperkuat keberlanjutan program sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami berharap dari 46 relawan ini, baik suami maupun istri mereka bisa terlibat sebagai pemasok sayur atau buah. Dengan begitu, manfaat program ini juga dirasakan secara ekonomi oleh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yan Siga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan relawan terhadap standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, terutama terkait kualitas layanan dan keamanan pangan.
Menurutnya, kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak luas dan menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Relawan harus bekerja sesuai standar dan tidak mengecewakan penerima manfaat. Sebab apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, sorotan dari pemerintah pusat bukan hanya ke SPPG, tetapi juga ke yayasan dan saya pribadi sebagai pembina,” katanya mengingatkan.
Sementara itu, Pengawas Yayasan Alphard Graha Titian Harapan, Hermanus Maha, menyampaikan bahwa pihak yayasan terbuka terhadap seluruh masukan dari relawan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan operasional dapur SPPG.
Ia menilai keterbukaan dan komunikasi yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Sebagai pengawas yayasan yang bermitra dengan SPPG Tendakinde, saya menerima dengan senang hati semua usulan relawan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dapur. Apapun yang mendukung kelancaran pelayanan tentu harus kita amini bersama,” ujar Hermanus Maha.
Menanggapi usulan relawan terkait kegiatan penyegaran atau rekreasi bersama, Hermanus Maha mengatakan hal tersebut akan menjadi perhatian yayasan ke depan.
Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan relawan juga perlu dijaga agar semangat kerja tetap terpelihara.
“Terkait usulan jalan-jalan atau refreshing, saya belum bisa menjanjikan waktunya. Namun yang pasti, kegiatan tersebut akan kita upayakan untuk terlaksana,” pungkasnya.


