NNB Indonesia – Pemerintah pusat berjanji melakukan evaluasi menyeluruh menyusul insiden bunvh dir1 seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga dipicu persoalan ekonomi dan tidak tersentuh bantuan sosial (bansos).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan komitmen tersebut sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. Salah satu fokus utama evaluasi adalah perbaikan sistem pendataan penerima manfaat bansos.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo merespons informasi bahwa keluarga korb4n tidak menerima bantuan pemerintah akibat persoalan administrasi kependudukan (adminduk).

“Ya, itu bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/2).

Prasetyo meminta kepala desa maupun kepala dusun untuk aktif melakukan monitoring terhadap warganya dan segera melaporkan apabila terdapat warga yang belum terdata sebagai penerima bansos, terutama mereka yang sangat layak mendapatkan bantuan pemerintah.

Menurutnya, meskipun seseorang belum masuk dalam daftar penerima manfaat, seharusnya tersedia mekanisme struktural untuk memastikan warga yang membutuhkan tetap mendapat perhatian negara.

“Misalnya melalui kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah,” jelasnya.

Koordinasi Lintas Sektor

Prasetyo juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait kasus tersebut. Ia menekankan pentingnya peran keluarga, lingkungan, dan sekolah dalam memperhatikan kondisi an4k, termasuk aspek kesehatan mental.

“Selain faktor keluarga dan lingkungan, sekolah juga sangat penting, terutama dalam edukasi dan perhatian terhadap masalah mental adik-adik kita, agar ketika mengalami tekanan atau persoalan, mereka dapat menyampaikannya kepada guru,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto, lanjut Prasetyo, memberikan atensi khusus terhadap ins1den ini. Presiden meminta seluruh jajaran terkait untuk melakukan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Bapak Presiden menaruh atensi dan meminta kami untuk berkoordinasi agar ke depan hal-hal seperti ini bisa kita antisipasi,” tutup Prasetyo.