NNB Indonesia – Tahukah kamu bahwa lambang kota Surabaya pertarungan antara Hiu dan Buaya menyimpan arti yang jauh lebih dalam daripada sekadar legenda hewan buas? Nama Surabaya adalah singkatan cerdik yang mengandung filosofi keberanian yang sudah melekat sejak zaman kerajaan besar di Nusantara.
Secara harfiah, nama Surabaya berasal dari dua kata kuno: Sura yang berarti berani, mulia, atau jagoan, dan Baya yang berarti bahaya atau ancaman. Jadi, jika digabungkan, Surabaya memiliki arti yang sangat tegas: “Berani Menghadapi Bahaya.” Frasa ini seolah menjadi karakter bawaan kota yang dikenal keras, pantang menyerah, dan selalu siap menghadapi tantangan.
Meskipun makna filosofisnya kuat, masyarakat lebih mengenal versi legenda pertarungan Hiu (Sura) dan Buaya (Baya) yang berebut kekuasaan di muara sungai. Konon, pertempuran epik ini menjadi penanda lokasi yang kemudian dinamai Surabaya. Kisah ini semakin populer pada masa penjajahan Belanda yang kemudian mengabadikan dua hewan ini sebagai lambang resmi kota.
Namun, sejarah mencatat bahwa nama Surabaya sudah ada jauh sebelum masa kolonial. Dalam beberapa naskah kuno seperti Negarakertagama, wilayah ini sudah disebut. Versi sejarah yang paling kuat menghubungkan nama ini dengan momen kemenangan besar Raden Wijaya pada tahun 1293. Kala itu, Raden Wijaya berhasil mengusir pasukan Mongol yang menyerang Jawa. Kemenangan luar biasa ini digambarkan dengan kalimat “Suro ing Bhaya,” yang artinya keberanian menghadapi ancaman besar. Kemenangan heroik inilah yang diyakini menjadi cikal bakal resmi nama Surabaya.
Jadi, entah kamu memilih percaya pada dongeng Hiu dan Buaya yang melegenda, atau kisah heroik Raden Wijaya yang cerdik, intinya sama: Surabaya adalah kota yang lahir dari keberanian dan tidak pernah takut menghadapi musuh. Kota ini mengajarkan kita bahwa keberanian sejati adalah menghadapi bahaya, bukan menghindarinya. Kira-kira, tantangan besar apa lagi yang akan dihadapi “Kota Pahlawan” ini di masa depan?

