NNB Indonesia — Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang sedang di sejumlah wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk periode 4–7 November 2025. Peringatan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap aktivitas pelayaran dan nelayan di wilayah perairan yang berpotensi terdampak.
Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan antara 6–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa titik seperti Selat Sape, Perairan Utara Flores, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Flores, Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba, Selat Ombai, Perairan Utara Timor, serta Perairan Utara Kupang–Rote. Kondisi ini diperkirakan akan memicu peningkatan tinggi gelombang laut di wilayah-wilayah tersebut.
Untuk periode prakiraan 4–6 November 2025, BMKG memprediksi gelombang kategori sedang (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi hampir di seluruh perairan selatan dan utara NTT. Sementara pada 6–7 November 2025, terdapat potensi gelombang lebih tinggi (2,5–3,0 meter) di Perairan Selatan Sumba dan Perairan Sabu–Raijua. BMKG mengimbau masyarakat pesisir, terutama nelayan dan operator kapal, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kondisi laut yang tidak bersahabat.
Informasi prakiraan cuaca pelabuhan dan wilayah perairan NTT secara lengkap dapat diakses melalui tautan https://linktr.ee/stamar.tenau atau laman resmi BMKG Maritim di https://maritim.bmkg.go.id. Publikasi ini dirilis oleh Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang pada Senin, 3 November 2025.

